Manado — Wali Kota Manado, Andrei Angouw, kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Manado. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tingkat SD dan SMP Negeri yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (2/6/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, dr. Richard Sualang, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan stakeholder pendidikan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pengajar harus menjadi fokus utama, karena pengajar yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global.

“Mutu pengajar sangat menentukan kualitas pelajaran yang diterima siswa. Ini harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul,” ujar Andrei.
Lebih jauh, Wali Kota menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas dan kualitas pendidikan di seluruh sekolah di Kota Manado. Ia menolak adanya stigma sekolah favorit dan menekankan bahwa semua sekolah harus memiliki kualitas yang setara.
“Jangan hanya satu dua sekolah yang maju. Semua sekolah di Kota Manado harus punya sarana, kualitas pengajar, dan fasilitas yang merata. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen, termasuk pihak yayasan pendidikan swasta, untuk mendukung penuh implementasi SPMB sebagai bagian dari sistem pendidikan yang lebih transparan dan adil.

Usai memberikan sambutan, Andrei Angouw membuka secara resmi kegiatan sosialisasi SPMB dan menyaksikan penandatanganan pakta integritas oleh para pemangku kepentingan, termasuk dirinya sendiri, Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan yayasan swasta, dan sejumlah tokoh pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Manado berharap proses penerimaan siswa baru dapat berlangsung secara objektif, merata, dan sesuai dengan prinsip keadilan, sehingga tidak ada anak yang tertinggal dalam akses terhadap pendidikan yang layak. ADVE